Singkatnya, hidupku tak akan lagi sama tanpa hadirnya dirimu. Kau berhasil menjadi salah satu alasanku bertahan hingga sejauh ini. Diantara puluhan yang ada, kau memenangkan hatiku. Membuatku selalu mengharapkan dirimu. Rutinitas yang kita miliki adalah alasanku jatuh hati. Namun seperti cerita pada umumnya. Perpisahan menjadi pemisah antara kita. Pergi yang sungguh terlalu cepat adanya. Ingin kutanyakan mengapa. Namun jawaban karena itu telah jelas telihat. Meski untuk sesaat. Izinkan aku memberimu sejuta pertanyaan. Setidaknya itu adalah waktu tambahan bagi kita. Sayangnya, kini tak ada lagi alasan tersisa. Yang akan menahanmu tuk pergi. Juga untuk ku bertahan. Tolong doakan aku disana. Agar aku bisa merelakan semua.